Minggu, 20 Mei 2012

penelitian tp kawasan penerapan


KAWASAN PENERAPAN

A.      Pendahuluan
Ada lima domain atau bidang garapan teknologi pembelajaran atau teknologi instruksional berlandaskan definisi AECT  1994, yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian. Kelima hal ini merupakan kawasan (domain) dari bidang teknologi pembelajaran. Kemudian dalam bahasan ini akan dibahas tentang sub kawasan penerapan. Dimana pada kawasan penerapan untk penelitiannya terfokus kepada adopsi inovasi, konteks dan pemasaran.

B.       Kawasan Penerapan
Domain ketiga dalam teknologi pembelajaran ialah kawasan pemanfaatan. Pemanfaatan adalah tin­dakan menggunakan metode dan model instruksional, bahan dan peralatan media untuk meningkatkan suasana pembelajaran. Adapun kawasan pemanfaatan dapat digambarkan sebagai berikut:
1.      Penggunaan media
2.      Difusi inovasi
3.      Pelaksanaan dan pelembagaan
4.      Kebijakan dan peraturan

Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan sumber untuk belajar (Seels & Richey, 2000:50). Fungsi pemanfaatan sangat  penting karena membicarakan kaitan antara peserta didik dengan bahan belajar atau sistem pembelajaran. Mereka yang terlibat dalam pemanfaatan mempunyai tanggung jawab untuk mencocokkan peserta didik dengan bahan belajar dan aktivitas yang spesifik, menyiapkan peserta didik agar dapat berinteraksi dengan bahan belajar dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai peserta didik, serta memasukannya ke dalam prosedur oragnisasi yang berkelanjutan.
Kawasan pemanfaatan mungkin merupakan kawasan teknologi pembelajaran yang tertua, mendahului kawasan desain dan produksi media pembelajaran yang sistematis. Kawasan ini berasal dari gerakan pendidikan visual pada dekade pertama abad ke 20, dengan didirikannya museum-museum. Pada tahun-tahun awal abad ke-20, guru mulai  berupaya untuk menggunakan film teatrikal dan film singkat mengenai pokok-pokok pembelajaran di kelas.
Di antara penelitian formal yang paling tua mengenai aplikasi media dalam pendidikan ialah studi yang dilakukan oleh Lashley dan Watson mengenai penggunaan film-film pelatihan militer Perang Dunia I (tentang pencegahan penyakit kelamin). Setelah Perang Dunia II, gerakan pembelajaran audio-visual mengorganisasikan dan mempromosikan  bahan-bahan belajar audio visual, sehingga menjadikan persediaan bahan pembelajaran semakin berkembang dan mendorong cara-cara baru membantu guru. Selama tahun 1960-an banyak sekolah dan perguruan tinggi mulai banyak mendirikan pusat-pusat media pembelajaran.
Pemilihan media merupakan suatu tahapan di dalam perancangan sistem pembelajaran dan ketika guru memilih media dalam penulisan SAP maka guru tersebut sedang melakukan fungsi perancangan pembelajaran bukan fungsi penerapan.








a.      Pemanfaatan Media.
Pemanfaatan media yaitu penggunaan yang sistematis dari sumber belajar. Proses pemanfaatan media merupakan proses pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain pembelajaran. Misalnya bagaimana suatu film diperkenalkan atau ditindaklanjuti dan dipolakan sesuai dengan bentuk belajar yang diinginkan. Prinsip-prinsip pemanfaatan media juga dikaitkan dengan karakteristik peserta didik. Seseorang yang belajar mungkin memerlukan bantuan keterampilan visual atau verbal agar dapat menarik keuntungan dari praktek atau sumber belajar.

b.      Difusi Inovasi
Difusi Inovasi adalah proses berkomunikasi malalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi. Tujuan akhir yang ingin dicapai ialah untuk terjadinya perubahan.   Selama bertahun-tahun, kawasan pemanfaatan  dipusatkan pada aktivitas guru dan ahli media yang membantu guru. Model dan teori pemanfaatan dalam kawasan pemanfaatan  cenderung terpusat pada perpektif pengguna. Akan tetapi, dengan diperkenalkannya konsep difusi inovasi pada akhir tahun 1960-an yang mengacu pada proses komunikasi dan melibatkan pengguna dalam mempermudah proses adopsi gagasan, perhatian kemudian berpaling ke perspektif penyelenggara.
Rogers (1983) melakukan studi tentang difusi inovasi, yang mencakup berbagai disiplin ilmu. Hasil studinya telah memperkuat pandangan tentang pentahapan, proses, serta variabel yang dapat mempengaruhi difusi. Dari hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan bergantung pada upaya membangkitkan kesadaran, keinginan mencoba dan mengadopsi inovasi. Dalam hal ini, penting dilakukan proses desiminasi, yaitu yang sengaja dan sistematis untuk membuat orang lain sadar adanya suatu perkembangan dengan cara menyebarkan informasi. Desiminasi ini merupakan tujuan awal dari difusi inovasi. Langkah-langkah difusi menurut Rogers (1983) adalah : (1) pengetahuan; (2) persuasi atau bujukan; (3) keputusan; (4) implementasi; (5) dan konfirmasi.

c.       Implementasi dan Institusionalisasi
Implementasi dan Institusionalisasi; yaitu penggunaan bahan dan strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya (bukan tersimulasikan). Sedangkan institusionalisasi penggunaan yang rutin dan pelestarian dari inovasi pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi. Begitu produk inovasi telah diadopsi, proses implementasi dan pemanfaatan dimulai. Untuk menilai pemanfaatan harus ada implementasi. Bidang implementasi dan institusionalisasi (pelembagaan) yang didasarkan pada penelitian, belum berkembang sebaik-bidang-bidang yang lain.  Tujuan dari implementasi dan institusionalisasi adalah menjamin penggunaan yang benar oleh individu dalam organisasi. Sedangkan tujuan dari institusionalisasi adalah untuk mengintegrasikan inovasi dalam struktur kehidupan organisasi. Keduanya tergantung pada perubahan individu maupun organisasi.
d.      Kebijakan dan Regulasi
Kebijakan dan Regulasi; adalah aturan dan tindakan yang mempengaruhi difusi dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Kebijakan dan peraturan pemerintah mempengaruhi pemanfaatan teknologi. Kebijakan dan regulasi biasanya dihambat oleh permasalahan etika dan ekonomi. Misalnya, hukum hak cipta yang dikenakan pada pengguna teknologi, baik untuk teknologi cetak, teknologi audio-visual, teknologi berbasis komputer, maupun terknologi terpadu.

Kamis, 26 April 2012

belajar huruf hijaiyah



bahan ajar pai kelas XI 3


KEIMANAN KEPADA RASUL ALLAH


 
 
STANDAR KOMPETENSI
            Meningkatkan keimanan  kepada Rasul-rasul Allah
KOMPETENSI DASAR                     
            Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah            
INDIKATOR                                  
1. Mampu menjelaskan tanda beriman kepada Rasul-rasul Allah.
2.Mampu mengidentifikasi tanda-tanda beriman kepada rasul-rasul Allah.
3.Mampu menjelaskan sikap beriman kepada Rasul-rasul Allah.

 
Allah adalah zat Maha Pencipta semua makhluk, baik yang tampak maupun yang gaib. Di antara makhluk yang tampak dan yang paling baik bentuk susunan tubuhnya adalah manusia. Adapun manusia pertama yang diciptakan Allah adalah Nabi Adam. a.s sebagai manusia nabi Adam diciptakan Allah tanpa Ayah dan Ibu. Kemudian Allah . Kemudian Allah menciptakan siti Hawa dari tulang rusuk nabi Adam a.s sebagai isterinya. Dari keduanya Allah menurunkan manusia, yang lama kelamaan manusia itu menjadi banyak dan bertebaran di muka bumi, hingga akhirnya terciptalah berbagai macam bangsa. Allah. Allah mengutus nabi dan rasul untuk setiap bangsa atau umat manusia.
Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diberi wahyu oleh Allah dan diwajibkan menyampaikan wahyu tersebut kepada Umatnya, Sedangkan pengertian Nabi adalah manusia pilihan Allah diberi wahyu dan tidak diwajibkan menyampaikan kepada umatnya. Setiap Rasul adalah nabi tetapi tidaklah semua nabi itu rasul. Allah mengutus sepanjang masa mulai nabi Adam A.s sampai Nabi Muhammad SAW merupakan benang merah risalah yang tidak pernah terputus.
Adapun pengertian beriman kepada Rasul ialah percaya bahwa Allah telah memilih diantara anak dan cucu nabi Adam a.s, diutus untuk membimbing umatnya kejalan yang benar agar mereka hidup bahagia baik didunia maupun di akhirat kelak.
Firman Allah: Surat Mukmin ayat 78:
ô‰s)s9ur $uZù=y™ö‘r& Wxߙ①`ÏiB y7Î=ö7s% Oßg÷YÏB `¨B $oYóÁ|Ás% y7ø‹n=tã Nßg÷YÏBur `¨B öN©9 óÈÝÁø)tR šø‹n=tã 3 $tBur tb%x. @Aqß™tÏ9 br& š†ÎAù'tƒ >ptƒ$t«Î/ žwÎ) ÈbøŒÎ*Î/ «!$# 4 #sŒÎ*sù uä!$y_ ãøBr& «!$# zÓÅÓè% Èd,ptø:$$Î/ uŽÅ£yzur šÏ9$uZèd šcqè=ÏÜö6ßJø9$# ÇÐÑÈ
Artinya: “ Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. ( Al-Mukmin ayat 78)
Jadi sebelum Nabi Muhammad SAW, Allam telah mengutus beberapa rasul. Sebagian dari rasul tersebut telah diceritakan kepada Nabi Muhammad SAW, dan sebagian lagi tidak diceritakankepadanya. Para nabi dan rasul yang tercantum nama atau kisah mereka dalam al-Qur’an ada 25 orang , yaitu Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh, Ibrahim, luth, Ismail, Ishak, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Harun, Musa, Ilyasa’, Zulkifli, Daud, Sulaeman, Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, dan Muhammad SAW.
Adapun lima diantara mereka mendapat gelar “Ulul Azmi” Atinya yang mempunyai ketabahan yang luar biasa dalam menjalankan tugas suci mereka, yaitu Nabi Nuh a.s, Ibrahim a.s, Musa a.s, Isa.a.s, dan Nabi Muhammad SAW.
Kemudian para rasul itu diberi mukjizat oleh Allah. Mukjizat adalah keadaan yang luar biasa yang terjadi dari seorang rasul untuk memperkuat atas kedatangan dan pengakuan mereka sebagai rasul , juga untuk melemahkan atau mengalahkan tantangan para musuhnya. Misalnya, tongkat Nabi Musa dapat jadi ular, Nabi Ibrahim tidak terbakar oleh api, Nabi Isa dapat menghidupkan orang yang telah meninggal dunia. Adapun Nabi Muhammad SAW, antara lain Isra’ dan Mi’raj dan yang paling besar adalah kitab suci Al-Qur’an.

Tanda Tanda Beriman kepada Rasul Allah.
  1. Menjadikan Rasul sebagai suri Teladan.
Setiap Rasul adalah sebagai suri teladan hidup bagi umatnya. Baik itu masalah ibadahnya maupun dalam masalah muamalah, baik) tingkah laku maupun tutur katanya adalah baik dan benar sesuai dengan perintah Allah SWT. Semua rasul itu selalu terjaga dari kesalahan dan kelupaan”( ma’sum). Firman Allah

!$tBur š»oYù=y™ö‘r& žwÎ) ZptHôqy‘ šúüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ
artinya:Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat
bagi semesta alam ( Q.S. Al-Anbiya: 107)
Jadi, Allah mengutus para rasul itu adalah sebagai rahmat bagi semesta alam. Maka rasul cermin , panutan dan suri teladan bagi manusia sehingga akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat nanti. Untuk mencapai yang memuaskan dalam melaksakan tugas sucinya, para rasul mempunyai akhlak yang mulia dan sifat-sifat yang istimewa. Sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan menjadi empat sifat wajib bagi rasul dan empat sifat mustashil.

  1. Mempercayai kebenaran ajaran yang dibawa Para Rasul.
Sebagai orang beragama Islam dan orang yang beriman kepada rasul Allah SWT. Kita wajib percaya bahwa ajaran yang dibawa para nabi dan rasul itu adalah benar. Ajaran tersebut benar-benar wahyu dari Allah SWT.
Firman Allah:

!$tBur $uZù=y™ö‘r& `ÏB šÎ=ö6s% `ÏB @Aqß™§‘ žwÎ) ûÓÇrqçR Ïmø‹s9Î) ¼çm¯Rr& Iw tm»s9Î) HwÎ) O$tRr& Èbr߉ç7ôã$$sù ÇËÎÈ
Artinya: Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (Al-Anbiya ayat: 25)
Mulai Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW.Dan diterangkan diatas bahwa semua rasul itu mengajak umatnya menyembah hanya kepada Allah yang Maha Esa saja. Jadi jelaslah kita tidak boleh ragu dengan ayat-ayat tersebut diatas. Oleh karena itu, kita wajib percaya akan kebenaran ajaran yang dibawa para rasul. Berdasarkan keterangan-keterangan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kita harus meyakini kebenaran rasul tersebut.
  1. Tidak Membedakan Para Rasul
Para rasul sama dan Islam tidak membedakan antara para rasul tersebut. Mereka juga membawa pokok ajaran yang sama, yaitu ajaran tauhid. Sedangkan perbedaan syari’at yang mereka ajarkan disebabkan perbedaan tempat dan wakktu sehingga memerlukan pula perbedaan peraturan. Orang Islam wajib beriman kepada semua rasul Allah tanpa kecuali. Semua rasul itu sama, yaitu orang yang diberi wahyu oleh Allah dan wajib menyampaikan kepada umatnya. Mereka membimbing umatnya untuk mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Firman Allah:

z`tB#uä ãAqß™§9$# !$yJÎ/ tAÌ“Ré& Ïmø‹s9Î) `ÏB ¾ÏmÎn/§‘ tbqãZÏB÷sßJø9$#ur 4 <@ä. z`tB#uä «!$$Î/ ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä.ur ¾Ï&Î#ß™â‘ur Ÿw ä-ÌhxÿçR šú÷üt/ 7‰ymr& `ÏiB ¾Ï&Î#ß™•‘ 4 (#qä9$s%ur $uZ÷èÏJy™ $oY÷èsÛr&ur ( y7tR#tøÿäî $oY­/u‘ šø‹s9Î)ur 玍ÅÁyJø9$# ÇËÑÎÈ
Artinya:. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” ( Q.S.Al-Baqoroh : 285)
Para Rasul itu wajib menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umatnya, serta membimbingnya ke jalan yang lurus dan benar sehingga tercapailah hidup bahagia didunia dan di akhirat. Adapun nabi dan rasul yang tercantum dalam kitab Al-Qur’an ada 25 rasul sudah kita jelaskan diatas. Islam tidak membedakan rasul-rasul, kita wajib beriman kepada semua rasul, mulai rasul pertama dari Nabi Adam a.s sampai rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.
C. Prilaku Yang Dituntunkan Para Rasul.
  1. Berlaku Jujur dan benar.
Setiap Rasul mempungnyai sifat shiddiq artinya benar dalam perkataan amupun dalam perbuatan .Dan semua apa disampaikan rasul itu adalah benar-benar dari Allah, mereka mengajak manusia ke jalan yang benar yang diridhai oleh Allah SWT. Mustahil seorang rasul kidzib atau pembohong, sebab apa yang disampaikannya selalu benar dan dapat dipercaya karena sumbernya dari Allah SWT. Maka Beriman kepada Rasul Allah kita harus berlaku jujur dan benar sesuai dengan tuntunan rasul yang di wariskan kepada kita.
  1. Tanggungjawab Mengemban Amanah
Rasul wajib memiliki sipat amanah artinya dapat dipercaya , mereka menjadi kepercayaan Allah untuk mengajarkan agama Allah kepada umat. Rasul mengemban etanggung jawab yang diamanahkan Allah kepadanya sampai-sampai menderita yang tiada tara. Nabi Yusuf pernah dipenjara karena tidak mau berbuat maksiat dengan isteri majikannya siti Julaeha, Nabi Ayyub menderita penyakit cacar yang berat disebabkan permintaan iblis terkutuk kepada Allah, dalam imannya Nabi Ayyub, Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namruz dan lain sebagainya. Mengikuti rasul Allah harus siap untuk mengemban tanggungjawab yang berarti berani menanggung resiko.
  1. Berlaku cerdas dan Bijaksana (Fathonah)
Sifat Rasul Allah adalah fathonah atau cerdas. Setiap rasul mempunyai kecerdasan yang tinggi, berbeda dengan manusia biasa. Dalam hal ini, mustahil seorang rasul Allah mempunyai baladah artinya bodoh.
Sikap dalam mengimani rasul Allah tidak cukup dengan menghafal nama-nama dan sifat-sifat mereka. Lebih dari itu kita harus mengikuti, patuh dan taat menjalankan apa yang diperintahkan dan meningglkan apa yang dilarangnya. Dalam Al-Qu’an Allah berfirman:
!$¨B uä!$sùr& ª!$# 4’n?tã ¾Ï&Î!qß™u‘ ô`ÏB È@÷dr& 3“tà)ø9$# ¬Tsù ÉAqß™§=Ï9ur “Ï%Î!ur 4’n1öà)ø9$# 4’yJ»tGuŠø9$#ur ÈûüÅ3»|¡yJø9$#ur Èûøó$#ur È@‹Î6¡¡9$# ö’s1 Ÿw tbqä3tƒ P's!rߊ tû÷üt/ Ïä!$uŠÏYøîF{$# öNä3ZÏB 4 !$tBur ãNä39s?#uä ãAqß™§9$# çnrä‹ã‚sù $tBur öNä39pktX çm÷Ytã (#qßgtFR$$sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# ߉ƒÏ‰x© É>$s)Ïèø9$# ÇÐÈ
Artinya: Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya (Q.S. Al-Hasyar :7)
D. Evaluasi
Berilah Tanda silang(X) pada salah satu huruf a, b,c,d atau e bagi jawaban tepat!
1. Kesesuaian antara ucapan, perbuatan keadaan jiwa seseorang disebut….
a. shiddiq
b. amanah
c. tablig
d. fathonah
e. namimah
2. Penuh tanggungjawab dalam pemgemban tugas dan mau menerima resiko disebut….
a. shiddiq b. amanah
c. tablig d. fathonah
e. namimah
3. Cerdas dan Bijaksana arti dari….
a. shiddiq
b. amanah
c. tablig
d. fathonah
e. namimah
4. Sifat rasul yang artinya menyampaikan wahyu kepada umat adalah
a. shiddiq
b. amanah
c. tablig d. fathonah
e. namimah
5. Nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi ialah
a. Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad
b. Nuh, Ibrahim, Musa, Yusuf, Idris
c. .Nuh, Ibrahim, Yusuf, Muhammad. Isa
d. Ibrahim, Nuh, Muhammad, Isa, Adam
e. Muhammad, Isa, Musa, Ibrahim, Idris
6. Nabi yang di berikan kitap Injil oleh Allah adalah ….
a. Musa as b. Isa as
c. Daud as d. Muhammad saw
e. Zakaria as
7.Nabi yang menerima kitab Taurat adalah ….
a. Musa as b. Isa as
c. Daud as d. Muhammad saw
e. Zakaria as
8. Nabi yang meneriman zabur….
a. Musa as
 b. Isa as
c. Daud as
d. Muhammad saw
e. Zakaria
9. Nabi yang masa kecilnya dibuang dalam sumur oleh kakaknya…
a. Musa as
 b. Isa as
c. Yusuf as
d. Muhammad saw
e. Zakaria as
10. Nabi yang pernah dalam perut ikan beberapa hari tidak meninggal dunia….
a. Musa as
b. Isa as
c. Yusuf as
d. Muhammad saw
e. Zakaria as
11. Rasul itu terpelihara dari perbuatan dosa. Terpelihara itu disebut…
a. maqbul
b. masyhud
c. muhsin
d. mukhlis
e. maksum
12. Orang yang tidak percaya kepada rukun iman, maka orang tersebut disebut ….
a. mukmin naqis
b. mukmin kamil
c. kafir
d. muhsin
e. fasiq
13. Arti “rasul” menurut bahasa ialah…
a. surat
b. wakil Allah
c. orang suci
d. risalah
e. utusan
14. Para rasul ulul azmi sebagai berikut, kecuali…
a. Ibrahim as
 b. Ismail as
c. Musa as
d. Muhamad saw
e. Isa. as
15. Ulul Azmi maksudnya bahwa para rasul memiliki …..
a. segudang ilmu
b. kecerdasan
c. kebijaksanaan
d. keuletan dan kesabaran
e. diberi mukjizat
16. Para rasul dan nabi diberi mukjizat, mukjizat artinya…
a. kesaktian
 b. kecerdasan
c. kehebatan
d. keluarbisaan
e. kehormatan
17. Salah satu cara beriman kepada rasul yaitu mengikuti jejaknya dimaksud ialah…
a. fikih
b. akhlak
c. ibadah
 d. hadist
e. tauhid
18. Islam memandang nabi Isa itu sebagai….
a. anak Tuhan
b. Tuhan Umat Kristen
c. bukan utusan Allah
d. Orang yang tidak dikenal
e. hamba Allah dan rasulNya
19. Rasulullah disebut “ummi” artinya ialah…
a. tidak dapat menulis
b. tidak dapat membaca
c. suka menyembunyikan
d. tidak dapat mendengar
e. suka menghafal
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan tepat!.
  1. Terangkan pengertian beriman kepada rasul!
  2. Apakah arti ulul azmi? Sebutkanlah nabi yang mendapat gelar ulul azmi!
  3. Sebutkanlah mukjizat Nabi Ibrahim!
  4. Sebutkanlah mukjizat Nabi Musa tatkala dihadang Raja Fir’aun!
  5. Tuliskan ayat 43 surat an-Nahl dan sebutkan maknanya!
  6. Apakah tugas utama para rasul itu ?
  7. Sebutkanlah empat sifat wajib para rasul!
  8. Sebutkanlah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW!
  9. Jelaskanlah tentang keteladanan Nabi Muhammad saw!
  10. Jelaskan pengertian amanah! Dan bagaimana cara penerapan dalam kehidupan!