Rabu, 25 April 2012

psikologi belajar


PEMBELAJARAN KONSEP

A.      Pendahuluan
Pada dasarnya manusia mempunyai kapasitas untuk menggeneralisasikan suatu yang telah mereka pelajari ke dalam situasi baru, yang kemudian membantu mereka mempelajari konsep. Konsep tersebut memberikan suatu kemantapan kepada manusia untuk melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran konsep memberikan peluang kepada manusia untuk berada di atas keragaman dan ketidakterbatasan lingkungan dan memperlakukan peristiwa-peristiwa yang memiliki properti yang sama sebagai suatu kelompok.
Pengembangan dan pemantapan konsep memakan waktu yang lama. Pada mulanya mungkin seseorang memiliki konsep yang besar atau secara umum  tentang sesuatu atau sebuah peristiwa, dan memiliki konep dan persiapan yang jelas terhadap sesuatu yang lain. Konsep yang bersifat umum, besar dan masih kabur tersebut dalam jangka waktu tertentu berubah ke arah yang lebih khusus karena pengalaman dan proses belajar. Atau sebaliknya mungkin seseorang memahami konsep yang terlalu tajam dan sempit tentang sesuatu. Kemudian berubah dan meluas karena adanya pengalaman, latihan, atau ilmu pengetahuan baru. Jadi salah satu tujuan penting dari pendidikan formal adalah pengajaran konsep-konsep dasar untuk membuat manusia mampu berfungsi di dalam masyarakat, dan mengajarkan bahwa konsep-konsep tersebut dapat berubah, diperbaharui, dan diperbaiki berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman baru.

B.       Hakikat Pembelajaran Konsep
Secara formal pembelajaran konsep mengacu kepada semua kegiatan diamana si pelajar harus belajar mengelompokkan dua atau lebih objek atau peristiwa yang agak berbeda ke dalam satu kategori. Pembelajaran konsep mencakup belajar membuat respon yang sama atau berkelompok terhadap sekelompok stimulus yang memiliki bentuk atau properti yang sama. Konsep itu sendiri merupakan basis atau dasar kognitif untuk memberikan label, kategori atau istilah pada sesuatu, ang pada gilirannya merujuk pada sejumlah contoh yang spesifik. Secara umum konsep mengacu pada seperangkat bentuk atau atribut yang memiliki satu atau lebih properti secara bersama yang dikaitkan dengan suatu aturan.
Ada perbedaan antara pembelajaran konsep dengan pembelajaran asosiasi berpasangan. Pembelajaran asosiasi berpasangan menghendaki pembelajaran respon tertentu terhadap suatu stimulus, jadi rasio antara stimulus dan respon adalah satu-satu. Sedangkan pembelajaran konsep mencakup pembelajaran satu respon terhadap dua atau lebih stimulus, jadi rasio antara stimulus dengan respon bukan satu-satu, tapi satu lawan banyak. Umpamanya dalam seting sekolah dasar anak diajarkan konsep warna putih. Anak diberikan warna putih dari sebuah objek seperti kertas putih dan dikatakan bahwa warna kertas adalah putih. Kemudian anak tersebut diminta mengulangi respon yang sama “putih” pada lembaran-lembaran lain yang juga berwarna putih.
Untuk meyakinkan apakah konsep telah terbentuk perlu diperhatikan dua faktor: pertama, seseorang harus memberikan contoh objek tambahan untuk melihat apakah konsep tersebut telah dikelompokkan secara benar. Kedua, seseorang harus memberikan yang bukan contoh (noninstance) atau contoh yang salah untuk melihat apakah mereka mampu mengeluarkan bagian dari konsep yang telah terbentuk. Jadi pembelajaran konsep menghendaki si pembelajar melakukan respon bentuk-bentuk relevan dari konsep tersebut dan tidak menghiraukan bentuk-bentuk yang tidak relevan di dalam pengelompokkan peristiwa.

C.      Pembelajaran Konsep, Penggeneralisasian dan Pendiskriminasian
 Ahli psikologi yang mengangkat pendekatan asosiatik stimulus respon dalam teori pembelajaran memandang bahwa perilaku konseptual mencakup proses generalisasi dan diskriminasi. Berdasarkan pendekatan itu pembelajaran konsep dilihat sebagai gabungan antara diskriminasi dengan kelompok-kelompok dan generalisasi di dalam kelompok-kelompok tersebut.
Contoh dari pendekatan ini adalah pada saat guru mengajarkan konsep “lingkaran”, “segitiga” dan “segi empat”. Anak diperlihatkan berbagai contoh dari benuk-bentuk tersebut dengan berbagai variasi. Ada yang kecil, ada yang  besar, ada yang berwarna dan ada yang tak berwarna. Seorang anak dapat dikatakan telah mempelajari tiga konsep bentuk tersebut bila mereka mampu menggeneralisasikan ke dalam contoh-contoh masing-masing dan mereka mampu membedakan antara kelas-kelas tersebut. Dengan kata lain mereka mampu mengelompokkan bentuk-bentuk tersebut (segitiga, segiempat dan lingkaran) tanpa memperhatikan warna dan ukuran dan hal lain yang tidak relevan. Begitu juga dengan sesuatu yang tidak memiliki elemen atau dimensi fisik yang jelas. Kita akan mengatakan bahwa sesuatu termasuk ke dalam kategori konsep tertentu karena kita mempunyai respon yang sama terhadap elemennya.

D.      Kajian Tentang Pembelajaran Konsep
 Meskipun kajian pembelajaran konsep telah digambarkan secara umum,dan bisa dipahami dengan memeriksa beberapa penelitian dari pembelajaran konsep. Pada bagian ini secara singkat akan menggambarkan fitur utama dari setiap percobaan pembelajaran konsep. Beberapa fitur dapat diilustrasikan sebagai berikut:
1.    Fitur tugas pembelajaran konsep
Seperti dalam tugas pembelajaran lain, kajian tentang pembelajaran konsep mencakup stimulus, respon dan feedback. Stimulus terdiri dari dua bentuk yaitu positif (eksemplar) dan negatif (noneksemplar) yang disajikan kepada subjek. Dan terdiri dari dimensi yang bervariasi yang terdiri dari satu atau lebih konsep yang relevan sedanngkan yang lain tidak relevan. Kemudian respon adalah kategori yang digunakan dalam kasus yang cukup sederhana. Penelitian yang dilakukan dapat menginstruksikan subjek untuk memberikan nama kategori atau subjek yang mungkin hanya mengatkan “iya” atau “tidak” sewaktu dihadapkan dengan contoh.
2.    Paradigma Dasar
Para psikolog telah mengadopsi dua prosedur dalam penyelidikan tentang perilaku konseptual. Pertama, menggunakan resepsi paradigma dimana rangsangan disajikan dalam beberapa urutan acak atau yang telah ditentukan oleh penelitian dan upaya subjek untuk mengklasifikasikan setiap stimulus ketika disajikan. Jika hanya satu konsep yang sedang dipelajari, maka klasifikasi dari masing-masing subjek sebagai contoh yang positif dan negatif dari konsep tersebut.
Kedua, prosedur kedua ini dikenal sebagai paradigma seleksi. Sesuai namanya, subjek memilih rangsangan satu persatu dari satu set stimulus yang ditempatkan pada mereka. Subjek diberikan seluruh ransangan pada awal percobaan dan dengan demikian mereka memilih stimulus setelah percobaan dilakukan dimana mereka akan mendapatkan umpan bailk. Keuntungan yang jelas dari pemilihan paradigma ini adalah seseorang dapat memperoleh informasi bagaimana subjek memecahkan masalah.

3.    Atribut dan Aturan
Konsep atribut ada dua yaitu fitur dan aturan. Sebagaimana yang diketahui bahwa suatu konsep memiliki atribut yang merupakan suatu fitur atau karakteristik dari rangsangan yang masih relevan dengan konsep. Misalkan konsep “mahasiswa” mengacu pada seseorang yang terlibat dalam penelitian, baik secara formal dalam arti yang terdaftar dalam program kerja maupun informal dalam arti kegiatan mandiri dalam belajar. Apakah orang tersebut tinggi atau pendek, muda atau tua, atau memiliki rambut panjang atau pendek adalah atribut yang tidak relevan dengan konsep tersebut. Yang penting adalah bahwa dalam konsep belajar adalah fokus pada atribut yang relevan dan mengabaikan fitur yang tidak relevan.



4.    Klasifikasi aturan konseptual
 Sebuah aturan sederhana konseptual mendefinisikan konsep hanya dengan sebuah atribut. Jika objek memiliki atribut sederhana maka itu yang disebut dengan konsep, objek ini kemudian contoh dari aturan. Sebagai contoh, atribut yang benar adalah kemerahan, maka semua objek terlepas dari ukuran atau bentuk yang diklasifikasikan sebagai contoh konsep.
Tipe lain dari aturan konseptual adalah aturan disjungsi. Fitur penting dari aturan ini adalah disjungsi atau hubungan. Kita dapat embedakan antara aturan penghubung dan aturan yang memisahkan dengan menggunakan contoh.

E.       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Belajar
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi pembelajaran konsep. Secara umum, faktor ini dapat diklasifikasikan menjadi dua ketegori yaitu: variabel tugas dan variabel pembelajar. Yang termasuk pada variabel tugas adalah contoh negatif dan positif, atribut yang relevan dan tidak relevan, arti penting stimulus dan keabstrakan, umpan baik dan gaktor temporal, peraturan konsep. Adapun contoh dari variabel pembelajar adalah memori dan kecerdasan.
1.    Contoh positif dan negatif
Masalah ini berfokus pada sifat dari contoh sebagai faktor dalam belajar konsep.  Secara fakta setidaknya masyarakat kebih terbiasa berurusan dengan kasus positif dan oleh karena itu lebih mungkin untuk mempelajari konsep-konsep yang positif lebih cepat daripada kasus negatif.
2.    Atribut relevan dan yang tidak relevan
Dalam setiap belajar konsep jumlah atribut yang tidak relevan dapat ditingkatkan, yang berarti bahwa proporsi atribut yang relevan akan menurun. Semakin besar jumlah atribut tidak relevan dalam konseptual tugas maka tugas itu akan semakin sulit. Dapat dipahami bahwa semakin banyak jumlah atribut tidak relevan membuat lebih sulit bg pembelajar untuk menemukan atribut yang relevan yang berhubungan dengan respon yang benar. Kedua, jumlah atribut yang relevan dapat ditingkatkan sehingga meningkatkan proporsi relatif dari isyarat yang benar.
3.    Arti penting stimulus dan keabstrakan-kekonkretan
Arti penting atau kekhasan isyarat yang relevan menentukan sebagian konsep belajar. Anak-anak cendrung untuk belajar konsep warna yang lebih mudah daripada konsep bentuk yang abstrak, tentu saja ada hubungan perbedaan dalam pengalaman sebelumnya dengan dimensi-dimensi yang ada.
4.    Umpan balik dan faktor temporal
Umpan balik adalah untuk menunjukkan apakah respon benar atau tidak menyediakan pembelajar dengan informasi tentang kebenaran dari tanggapannya. Terlebih lagi umpan baik dapat berfungsi untuk membimbing tanggapan selanjutnya dalam tugas-tugas konseptual. Pada tingkat lain umpan balik ini berfungsi untuk menyediakan informasi pembelajar baik ang sehubungan dengan hipotesis yang benar atau salah.
5.    Aturan konseptual
Aturan konseptual adalah cara dimana atribut itu digabungkan. Aturan konseptual juga menentukan sesuatu yang berkaitan dengan tugas konseptual yang dipelajari. Hal ini hanya untuk mengatakan bahwa ada beberapa aturan dasar konseptual dan semuanya berbeda pada saat belajar. Pada tingkat yang sederhana konsep yang ada menegaskan keberadaan sebuah atribut sehingga sesuai dengan aturan konseptual dan membuat ini mudah untuk dipelajari.
6.    Memori dan intelegensi
Pembelajaran konseptual tidak hanya bergantung pada karakteristik tugas tetapi pada karakteristik dari peserta didik juga. Tapi memori dan kecerdasan individu merupakan perbedaan dari variabel-variabel yang diketahui mempengaruhi kasus dalam belajar konsep.
Kemudian pada hal yang sama inteligensi merupakan salah satu faktor penting dalam belajar konsep. Anak-anak yang lebih cerdas dapat membangun keterampilan dan hipotesa yang lebih besar juga dalam menggunakan respon mediasi verbal.

F.       Teori Belajar Konsep
Ada beberapa teori dari belajar konsep diantaranya adalah sebagai berikut:
1.    Teori asosiasi S-R
Secara umum teori asosiasi S-R dalam pembelajaran konseptual menganggap prosesnya sama dengan kasus dari belajar diskriminasi. Sebagaimana yang diketahui fitur tertentu dari pendekatan ini adalah pembelajaran konsep, generalisasi, dan diskriminasi. Sebuah konseptual dipandang sebagai serangkaian contoh dari fitur atribut yang relevan dan tidak relevan. Pembelajar harus merespon pada setiap percobaan, kadang-kadang menjadi benar dan kadang-kadang menjadi salah. Setiap tanggapan positif maka diberikan umpan balik. Teori SR berpendapat bahwa kekuatan asosiasi antara dimensi yang relevan dan respon yang benar adalah sangat kuat sehingga beberapa titik dikatakan bahwa pesan dapat diterima dan telah memperoleh konsep. Ada dua teori yang termasuk kedalam teori asosiasi S-R yaitu:
a.        Teori mediasi S-R
Teori ini berasusmsi bahwa belajar konsep berkembang karena adanya mediasi respon yang dibuat untuk stimulus. Mediasi respon dapat dicirikan dengan beberapa cara. Ia sering dianggap sebagai respon verbal atau semacam label verbal yang diberikan bagi kepentingan stimulus. Atau bisa juga dianggap sebagai respon presepsi.
b.        Pergeseran solusi dan teori mediasi
Ada dua tipe mendasar yang digunakan dalam pergeseran solusi dalam pembelajaran konsep. Yang pertama disebut dengan pergeseran pembalikan atau intradimensional, subjek awalnya belajar tentang solusi tertentu terhadap suatu masalah dan kemudian harus belajar mencari solusi yang berlawanan terhadap beberapa rangsangan. Yang kedua disebut dengan pergeseran yang tidak pembelikan atau extradimensional. Pergeseran ini berbeda dengan pergeseran intradimensional yang mana extradimensional ini membawa atau terkait dengan dimensi-dimensi yang relevan.

2.     Teori pengujian hipotesis
Teori pengujian hipotesis dalam konsep pembelajaran menekankan manusia lebih aktif dalam tugas dalam artian bahwa manusia secara aktif memilih dan menguji kemungkinan dari solusi yang ada. Teori ini menekankan pentingnya pemilihan hipotesis, karakter pengambilan keputusan dari tugas dan karena itu dalam teori ini teori kognitif ikut terlibat. Pendekatan umum dari teori pengujian hipotesis adalah untuk mengembangkan suatu teori dengan sepearangkat asumsi yang tegas mengenai bagaimana manusia mampu menemukan konsep-konsep. Ada beberapa tipe strategi yang digunakan dalam tugas-tugas pembelajaran konseptual yaitu:
a.    Fokus konservatif, yang terdiri dari pertimbangan kasus dimana subjek baru saja menceritakan sebuah persegi merah yang berukuran besar dan ini adalah contoh positif dari konsep yang ditemukan. Fokus konservatif ini mensyaratkan bahwa hipotesis awal dari subjek mencakup semua atribut dari stimulusnya.
b.    Fokus gambling, seseorang mengambil kesempatan dan memvariasikan dua atribut atau lebih pada suatu waktu dalam mencoba mengeluarkan hipotesis. Jika seseorang sukses dengan strategi tersebut maka pembelajaran dapat berlangsung dengan cepat.

3.    Teori pemprosesan informasi
Teori ini mengebangkan dan menekankan pada karakter dalam pengolahan informasi pembelajaran konsep. Teori ini berasal dari analogi komputer dan pandangan konsep belajar dalam hal urutan keputusan yang dibuat oleh pembelajar. Namun inilah yang menjadi salah satu kritik oleh penganut behavioristik yang dilontarkan oleh Skinner bahwa pikiran manusia itu bukan sebuah kamus atau ensiklopedi, tempat menyimpan berbagai informasi, tetapi memiliki keterbatasan-keterbatasan.

G.      Beberapa Prinsip Praktis dalam Pembelajaran Konsep
Ada beberapa prinsip yang mesti diperhatikan dalam pembelajaran konsep yaitu sebagai berikut:
1.    Pikirkan contoh konsep baru
Sebuah refleksi dapat mengarahkan seseorang untuk mengenali bahwa banyak instruksi di kelas mengetahui suatu konsep dengan melalui contoh.
2.    Menggunakan kedua contoh baik negatif dan positif
Bagian sebelumnya sudah diuraikan bahwa contoh sangat ditekankan dalam pembelajaran konsep. Dengan hana satu contoh dapat mempermudah untuk menghubungkan beberapa fitur yang ada pada konsep.
3.    Menyoroti fitur yang relevan
Dari sudut pandang pengajaran, tugas utamnya adalah untuk menyoroti atau menekankan fitur yang relevan dengan konsep. Tujuannya adalah untuk membuat aspe yang relevan itu merupakan bagian terpenting dari suatu konsep.

H.      Kesimpulan
Pada dasarnya manusia mempunyai kapasitas untuk menggeneralisasikan suatu yang telah mereka pelajari ke dalam situasi baru, yang kemudian membantu mereka mempelajari konsep. Konsep tersebut memberikan suatu kemantapan kepada manusia untuk melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran konsep memberikan peluang kepada manusia untuk berada di atas keragaman dan ketidakterbatasan lingkungan dan memperlakukan peristiwa-peristiwa yang memiliki properti yang sama sebagai suatu kelompok.
Pembelajaran konsep adalah setiap kegiatan yang mengharuskan seseorang untuk mengklasifikasikan dua atau lebih peristiwa atau benda ke dalam kelas. Konsep adalah suatu stimuli yang berbagi dari satu fitur-fitur umum. Pembelajaran konsep memiliki tiga fitur utama yaiu stimuli, respon dan umpan balik.  

0 komentar:

Posting Komentar